Oleh: mukhotib md | 28 Maret 2009

Tenaga Pendidik PAUD Secang, Pelatihan Internet

Kesadaran akan pentingnya mengikuti perkembangan informasi secara terus menerus, menjadi awal semangat dilakukannya pelatihan internet. Tenaga Pendidikan dan Kependidikan yang mengikuti acara ini berasal dari berbagai PAUD Non-Formal se Kecamatan Secang.

Baca Lanjutannya…

Pengenalan perangkat multi-media sebagai salah satu penunjang proses belajar mengajar pada level pendidikan anak usia dini memiliki banyak keuntungan. Selain memiliki daya tarik, karena pengenalan tentang jenis-jenis benda dan warna, misalnya, dapat disampaikan secara live, juga sekaligus sebagai pengenalan teknologi informasi sejak dini. “Ini akan sangat berarti bagi anak-anak di masa depan yang akan masuk dalam era information technology,” kata NF Halinawati, Ketua Pengelola Kelompok Bermain Pandan Wangi, di kantornya pekan silam.

Pernyataan ini disampiakannya, berkaitan dengan pengedaan LCD/InFocus sebagai sarana pembelajaran di Kelompok Bermain yang dikelolanya. Pengadaan ini, menurut NF Halinawati, dibiayai melalui Dana Bantuan Rintisan Program Pengelolaan Kelompok Belajar dari Kantor Wilayah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Dengan dukungan peralatan ini, penyampaian pembelajaran bisa secara efektif menggunakan game education dan interaktif. Ketika mengenalkan jenis-jenis benda, anak-anak bisa melihat langsung di layar lebar, dan menyebutkan secara bersama nama-nama benda yang muncul secara bergerak. “Karena pengoperasiannya dihubungkan melalui laptop, mereka juga sekaligus belajar mengenal dan menggunakan komputer sejak dini,” katanya.

Oleh: mukhotib md | 17 Agustus 2008

Karnaval

Memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2008, PAUD Pandan Wangi, mengikutkan siswa-siswinya dalam kegiatan karnaval. Menurut NF Halinawati, semua orang harus menyambut gembira dan memperingati hari Kemerdekaan RI ke-63. “Bagi peserta didik, momentum hari kemerdekaan merupakan saat yang tepat untuk menanamkan rasa cinta tanah air, nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme. Rasa tepo sliro, menghargai perbedaan, dan tidak mudah menghakimi atas dasar kehendak sendiri,” di sela-sela pemberangkatan karnaval.

Upacara, pameran pembangunan, pentas seni, olahraga, dan karnaval, hanya akan menemukan makna sejatinya, manakala mampu mentransformasikannya menjadi medium penanaman nilai-nilai luhur berkebangsaan tersebut. “Bukanlah mempertajam persaingan dan menumbuhkan egoisme kelompok,” katanya.

Menjuarai Lomba Sentra Peran dalam Lomba antar PAUD se-Kabupaten Magelang, tanggal 31 Mei 2008, di Kota Mungkid, Magelang, PAUD Pandan Wangi mewakili Kabupaten Magelang untuk Lomba yang sama tingkat Propinsi Jawa Tengah, yang akan dilaksanakan pada 16 Juni 2008, di Solo. Menurut NF Halinawati, kemenangan ini karena dalam sentra peran yang dipertunjukkan oleh PAUD Pandan Wangi mencerminkan benar dolalan bocah. “Banyak yang sulit membedakan substansi dolanan bocah dengan tarian yang dilakukan bocah,” katanya.

Untuk mempersiapkan lomba tingkat propinsi, anak-anak tidak secara khusus dilatih secara maraton, tetapi sesuai dengan kemampuan mereka saja. Targetan memenangi lomba tingkat propinsi tentu saja diinginkan, tetapi tidak terlalu obsesif. “Kalau guru yang obsesif, lagi-lagi anak-anak yang akan menjadi korbannya,” lanjutnya.

Selain memenangi lomba sentra peran, PAUD Pandan Wangi juga mendapatkan juara III untuk lomba pengembangan Alat Peraga educatif (APE). Early, yang mewakili PAUD Pandan wangi dalam lomba tersebut, merasa puas meski hanya di posisi ketiga. “Apa yang dibuat Bu Early cukup bagus dan kreatif. Utamanya dalam memanfaatkan sumber daya lokal dan dekat dengan mainan anak-anak itu sendiri,” jelas Lina panggilan akrab NF Halinawati.

Untuk mempermudah proses update data di kalangan HIMPAUDI, pada tanggal 5-6 Desember 2007, dilakukan pelatihan pengelolaan data online bagi pengurus HIMPAUDI se Jawa Tengah, bertempat di BPPLPS Ungaran. “Kegiatan ini cukup menarik dan mendapatkan respon baik dari peserta,” kata Halinawati, salah seorang peserta dari HIMPAUDI Magelang.</p

Menurut Halinawati. pelatihan pengelolaan data secara online bagi sebagian orang memang merupakan hal baru. Meski bagi sebagian yang lain sudah bukan menjadi persoalan. “Kalau kita mau jujur, sebagian besar tenaga pendidik PAUD belum mengenal dunia internet. Tanya saja, berapa persen dari mereka yang memiliki e-mail,” tantangnya.

Jika sinyalemen yang disampaikan Halinawati benar adanya, maka dapat dilihat bagaimana rendahnya tingkat pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung perkembangan PAUD di Indonesia.

Kategori